Senin, 18 Juli 2016

Pulang

Pulang..

Di ranah ini semua orang tentu ingin pulang
Semua orang tentu rindu
Semua insan tentu ingin kembali
Kembali pulang

Pulang ke tempat mereka berasal
Pulang ke masa yang tak tentu
Pulang ke kondisi penuh haru
Atau bahkan
Pulang untuk menjadi pribadi yang baru

Berbagai upaya dilakukan
Berbagai usaha juga terus diusahakan
Agar bisa kembali pulang

Beberapa orang mungkin saja bisa pulang
Hati pun senang
Namun beberapa orang bahkan gagal untuk mencari tempat pulang.
Aduhai malang.
Tetapi beberapa orang lainnya berhasil pulang
Namun malang
Mereka pulang
Hanya untuk dikenang.

Aqil (2016)

Selasa, 01 September 2015

SAKIT

Entah
Aku bingung
Gundah?
Pasti.

Lelah, kawan lelah
Bahkan unta pun kadang lelah
Kulit putih pun bisa memerah
Dan gerah pun bisa membuat amarah

Mana pernah yang lain tau
Mana pernah yang lain mau
Akupun kaku
Seketika membatu
Membisu
Hanya diam dengan tatapan dan senyum palsu
Palsu.

Sakit
Iya
Pasti
Tapi siapa peduli

Apa dayaku
Aku terdiam
Aku terpaku
Aku dalam sunyi dan diam.

Ah sudahlah
Untuk apa di ingat
Untuk apa difikir
Tak penting mengingatnya
Hanya akan menambah sakit
Hanya akan menambah perih
Yang datang
Tanpa penawar
Dan seakan membakar.
Sudahlah.


C I (n) T A

Terduduk cita kala dhuha
Cita duduk dengan gundah gulana
Di kepala nya penuh dengan tanya
Gelisah ia akan sebuah rasa

Cinta
Kata seseorang dibalik layar kaca
Cinta
Ucap segerombolan orang muda
Cinta
Ujar orang orang dewasa

Cita berusaha menerka
Cita masih penuh tanya
Apa benar itu cinta?
Apa benar kata mereka?

Apakah cinta merupakan metamorfosa?
Apakah cinta rekayasa?
Atau apakah cinta hanya ilusi mata dan jiwa?

Darimanakah tumbuhnya cinta?
Cita tetap diam
penuh tanda tanya.

Kalau benar cinta tumbuh dari rasa
Kenapalah ada orang cinta namun mati rasa?
Atau kalau benar cinta itu metamorfosa rasa
Bagaimana bisa cinta tumbuh hanya dari mata?

Cita tetap terduduk
Kepalanya setengah merunduk
Tetap penuh tanda tanya
Tentang apa itu cinta

Hingga ia sadar
Bahwa cinta adalah rasa
Rasa syukur kepada sang Maha Esa
Rasa hormat kepada seseorang yang di telapak kakinya terdapat surga
Rasa terima kasih pada seorang yang telah berpeluh mencari nafkah dan berkah

Cita pun tersenyum
Ia berhasil
Ia berhasil menemukan makna dan menghapus tanda tanya.

Senin, 28 April 2014

Sajak Semut Koloni

Terkadang aku terkurung
Dalam koloni
Tanpa arti
Tetap sendiri

Terkadang aku sendiri
Diluar koloni
Mencari arti
Kehidupan ini

Aku pun kadang harus berani
Sendiri
Mencari
Apa yang harus koloniku beri
Untuk sang ratu penguasa koloni

Terkadang aku tercebur dalam madu
Sangat manis
Membayangkannya pun sangat manis
Hingga manisnya bisa membunuhku
Secara Perlahan

Namun Terkadang aku tercebur dalam kopi
Pahit
Sangat pahit
Bahkan akupun tak bisa membayangkan betapa pahitnya
Namun rasa pahitlah yang membuatku makin kuat.

Sekarang aku bingung
Gundah

Apa yang harus aku beri?
Apa yang harus aku cari?

Untuk sang ratu
Untuk koloni
Agar mereka tetap bertahan hingga nanti.


Sajak perompak

Aku adalah perompak
Perompak yang mencari harta karun
Harta yang bahkan akupun tak tahu dimana

Aku adalah perompak
Perompak tanpa awak
Perompak penyendiri

Diatas bahtera lautan kuarungi
Badaipun aku lewati
Seorang diri

Terkadang aku merasa sepi
Diatas bahtera 
Bahtera tanpa awak 
Hanya aku sendiri

Namun di lautan
Aku tak sendiri
Banyak perompak lain
Perompak yang ingin juga merebut harta ku

Terkadang para perompak lain datang
Menghancurkan bahtera ku
Merekalah yang mengambil seluruh awakku
Mengambil semua yang kupunya
Dan menyisakan aku sendiri diatas bahtera sepi ini

Aku adalah perompak penyendiri
Tanpa awak

Dimana aku harus mencari awakku?
Dimana aku harus mencari teman?
Teman diatas bahteraku
Teman yang akan membantu


Menemukan harta karunku.