Senin, 28 April 2014

Sajak Semut Koloni

Terkadang aku terkurung
Dalam koloni
Tanpa arti
Tetap sendiri

Terkadang aku sendiri
Diluar koloni
Mencari arti
Kehidupan ini

Aku pun kadang harus berani
Sendiri
Mencari
Apa yang harus koloniku beri
Untuk sang ratu penguasa koloni

Terkadang aku tercebur dalam madu
Sangat manis
Membayangkannya pun sangat manis
Hingga manisnya bisa membunuhku
Secara Perlahan

Namun Terkadang aku tercebur dalam kopi
Pahit
Sangat pahit
Bahkan akupun tak bisa membayangkan betapa pahitnya
Namun rasa pahitlah yang membuatku makin kuat.

Sekarang aku bingung
Gundah

Apa yang harus aku beri?
Apa yang harus aku cari?

Untuk sang ratu
Untuk koloni
Agar mereka tetap bertahan hingga nanti.


Sajak perompak

Aku adalah perompak
Perompak yang mencari harta karun
Harta yang bahkan akupun tak tahu dimana

Aku adalah perompak
Perompak tanpa awak
Perompak penyendiri

Diatas bahtera lautan kuarungi
Badaipun aku lewati
Seorang diri

Terkadang aku merasa sepi
Diatas bahtera 
Bahtera tanpa awak 
Hanya aku sendiri

Namun di lautan
Aku tak sendiri
Banyak perompak lain
Perompak yang ingin juga merebut harta ku

Terkadang para perompak lain datang
Menghancurkan bahtera ku
Merekalah yang mengambil seluruh awakku
Mengambil semua yang kupunya
Dan menyisakan aku sendiri diatas bahtera sepi ini

Aku adalah perompak penyendiri
Tanpa awak

Dimana aku harus mencari awakku?
Dimana aku harus mencari teman?
Teman diatas bahteraku
Teman yang akan membantu


Menemukan harta karunku.