Selasa, 01 September 2015

SAKIT

Entah
Aku bingung
Gundah?
Pasti.

Lelah, kawan lelah
Bahkan unta pun kadang lelah
Kulit putih pun bisa memerah
Dan gerah pun bisa membuat amarah

Mana pernah yang lain tau
Mana pernah yang lain mau
Akupun kaku
Seketika membatu
Membisu
Hanya diam dengan tatapan dan senyum palsu
Palsu.

Sakit
Iya
Pasti
Tapi siapa peduli

Apa dayaku
Aku terdiam
Aku terpaku
Aku dalam sunyi dan diam.

Ah sudahlah
Untuk apa di ingat
Untuk apa difikir
Tak penting mengingatnya
Hanya akan menambah sakit
Hanya akan menambah perih
Yang datang
Tanpa penawar
Dan seakan membakar.
Sudahlah.


C I (n) T A

Terduduk cita kala dhuha
Cita duduk dengan gundah gulana
Di kepala nya penuh dengan tanya
Gelisah ia akan sebuah rasa

Cinta
Kata seseorang dibalik layar kaca
Cinta
Ucap segerombolan orang muda
Cinta
Ujar orang orang dewasa

Cita berusaha menerka
Cita masih penuh tanya
Apa benar itu cinta?
Apa benar kata mereka?

Apakah cinta merupakan metamorfosa?
Apakah cinta rekayasa?
Atau apakah cinta hanya ilusi mata dan jiwa?

Darimanakah tumbuhnya cinta?
Cita tetap diam
penuh tanda tanya.

Kalau benar cinta tumbuh dari rasa
Kenapalah ada orang cinta namun mati rasa?
Atau kalau benar cinta itu metamorfosa rasa
Bagaimana bisa cinta tumbuh hanya dari mata?

Cita tetap terduduk
Kepalanya setengah merunduk
Tetap penuh tanda tanya
Tentang apa itu cinta

Hingga ia sadar
Bahwa cinta adalah rasa
Rasa syukur kepada sang Maha Esa
Rasa hormat kepada seseorang yang di telapak kakinya terdapat surga
Rasa terima kasih pada seorang yang telah berpeluh mencari nafkah dan berkah

Cita pun tersenyum
Ia berhasil
Ia berhasil menemukan makna dan menghapus tanda tanya.